Kami Butuh Guru, Bukan Peluru: Seruan Hentikan Kekerasan Militer di Tanah Papua
Oleh Abihut Degei | Media Online Papua | Diterbitkan: 3 November 2025
Seruan Damai dari Tanah Papua
Gelombang seruan damai kembali menggema dari Tanah Papua. Melalui poster bertajuk “Kami Butuh Guru, Bukan Peluru”, masyarakat menuntut pemerintah dan aparat keamanan untuk menghentikan kekerasan bersenjata yang terus terjadi di wilayah Intan Jaya, Papua Tengah. Kekerasan yang berlangsung bertahun-tahun dinilai hanya memperburuk situasi kemanusiaan dan mengorbankan warga sipil, terutama anak-anak dan perempuan.
Rakyat Papua Bukan Musuh Negara
Dalam poster tersebut tertulis pesan tegas:
“Intan Jaya, Rakyat Papua Bukan Musuh Negara.”
Pesan ini mencerminkan keresahan warga yang merasa sering diperlakukan seolah-olah sebagai ancaman, bukan sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang berhak hidup aman dan sejahtera di tanah sendiri.
“Rakyat Papua membutuhkan guru, tenaga medis, dan pembangunan yang berpihak, bukan senjata dan operasi militer,” ujar Aser Yogi, salah satu tokoh masyarakat Papua Tengah yang menyoroti situasi tersebut.
Menurutnya, kekerasan hanya menambah penderitaan masyarakat sipil. Banyak warga terpaksa mengungsi ke hutan, anak-anak kehilangan sekolah, dan tanah adat dirampas untuk kepentingan tertentu.
“Ketika peluru berbicara, suara rakyat dibungkam. Padahal kami hanya ingin hidup damai di tanah kami sendiri,” tambahnya.
Seruan Menghentikan Kekerasan Militer di Papua
Poster tersebut juga mengajak masyarakat Indonesia untuk turut bersuara melalui media sosial, petisi, dan aksi damai sebagai bentuk solidaritas untuk menghentikan kekerasan di Papua.
- Pengungsian massal akibat konflik
- Pelanggaran hak asasi manusia (HAM)
- Anak-anak kehilangan sekolah dan keluarga
- Tanah dirampas, hutan dibakar, dan suara rakyat dibungkam
Gerakan solidaritas ini tersebar luas di dunia maya dengan tagar: #SavePapua, #StopMilitaryViolence, dan #PapuaAdalahKita.
Harapan untuk Perdamaian dan Keadilan
Seruan “Kami Butuh Guru, Bukan Peluru” menjadi pengingat bahwa pembangunan dan perdamaian di Papua tidak bisa diwujudkan melalui kekerasan. Rakyat Papua menantikan langkah nyata pemerintah untuk menghadirkan keadilan, pendidikan, dan kesejahteraan yang setara bagi seluruh anak bangsa.
Pesan ini bukan hanya seruan lokal, tetapi panggilan moral bagi seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga kemanusiaan, menghentikan kekerasan, dan mendukung perdamaian di Tanah Papua.

Comments
Post a Comment